Sukses

Rumah Kelas Menengah di Bekasi Alami Kenaikan Stabil

Liputan6.com, Jakarta Kota Bekasi yang kerap dijuluki ‘planet’ karena tingkat kemacetannya ternyata menyimpan prospek properti menjanjikan. Setidaknya hal ini dibuktikan dengan pesatnya perkembangan proyek perumahan baru dari developer lokal hingga internasional.

Infrastruktur yang gencar dibangun memang menjadikan Bekasi lahan empuk berinvestasi. Sebut saja diantaranya proyek tol layang Jakarta – Cikampek II, kereta rel listrik (KRL) rute Jakarta Kota – Cikarang, sampai dengan kereta LRT Jabodetabek Bekasi – Dukuh Atas.

Per 4 November 2017 kemarin, masyarakat Bekasi juga sudah bisa menikmati Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu atau Becakayu. Keberadaan infrastruktur baru ini diharapkan bisa mengurai kemacetan yang terjadi setiap hari, khususnya di tol Jakarta – Cikampek.

Baca juga: Pilihan Rumah Baru Dekat Tol Becakayu

Ruas yang baru saja dioperasikan dalam Tol Becakayu adalah Seksi 1B Cipinang Melayu – Pangkalan Jati dan Seksi 1C dari Pangkalan Jati – Jakasampurna. Sementara seksi 2 yang menghubungkan Jakasampurna – Duren Jaya dibangun sepanjang 10,04km, rencananya rampung pada pertengahan 2018.

Dan faktanya, infrastruktur merupakan faktor kuat dalam perkembangan properti suatu kawasan. Terbukti dari ramainya pembangunan gedung apartemen di sejumlah pusat kota Bekasi.

Mengutip artikel di Rumah.com, untuk hunian, Bekasi masih menyediakan rumah tapak dengan harga relatif terjangkau, mulai dari Rp300 jutaan untuk 21 meter persegi. Meski begitu, hunian tipe rumah tapak tak pernah sepi peminat.

Harga rumah tapak di Bekasi memang terbilang lebih murah jika dibandingkan kota Depok dan Tangerang Selatan. Tak heran banyak keluarga muda yang memilih Bekasi sebagai lokasi rumah pertamanya.

Perumahan dengan rentang harga mulai Rp350 juta sampai dengan Rp800 juta masih menjadi favorit pencari rumah pertama. Menurut data Rumah.com Property Index, harga rumah tapak kelas menengah mengalami kenaikan harga yang cukup stabil.

Untuk tahun kuartal pertama (Q1) 2017, harga pasaran rumah tapak ada di kisaran Rp6,55 juta per meter persegi. Meski sempat turun ke Rp6,46 juta per meter persegi pada kuartal dua (Q2), namun koreksi angka di kuartal ketiga (Q3) mengalami kenaikan hingga Rp6,58 meter persegi.

Dari data tersebut terlihat bahwa harga rumah tapak tetap menunjukkan kenaikan yang stabil meski terhambat oleh beberapa faktor. Sebagai contoh kemacetan akibat pembangunan infrastruktur, atau  bertambahnya jumlah pembangunan proyek apartemen.

Jika Anda memilih Bekasi sebagai target hunian, ada beberapa pilihan yang tersebar di sejumlah daerah. Misalnya di kawasan Tambun Utara ada perumahan cantik Gracia Ayu yang dibanderol mulai dari Rp400 jutaan (36 meter persegi).

Baca juga: Prospek Bekasi Bikin Pengembang Kepincut

Sementara di area Cibitung ada perumahan terpadu bernama Metland Cibitung yang banyak dipilih oleh para end user. Dengan harga Rp400 jutaan (36 meter persegi), penghuni bisa menempati rumah di tengah fasilitas seperti taman, danau, perbelanjaan, dan sarana olahraga.

Bila ingin melirik perumahan premium, di Jatisampurna terdapat perumahan Royal Oak Townhouse.

Lokasinya yang dekat dari pintu tol Kranggan dan tol Cibubur serta fasilitas seperti taman dan aula serbaguna membuat perumahan ini layak menjadi pilihan. Ditawarkan mulai dari Rp625 juta untuk unit tipe Windsor (54 meter persegi).

Tertarik punya hunian di Bekasi? Yuk, intip apa saja pilihan perumahannya lewat kanal Perumahan Baru Rumah.com yang menampilkan harga mulai Rp350 Jutaan.

Isnaini Khoirunisa

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Akses Semakin Banyak, Harga Rumah di Bekasi Terus Melambung
Artikel Selanjutnya
Tren Harga Rumah di Q2 2017 Menurun