Sukses

Hunian Dekat Bandara Soetta Laris Diburu

Liputan6.com, Jakarta Laporan Megahubs Internasional Index versi lembaga OAG asal Inggris menyebut Bandara Internasional Soekarno – Hatta (Soetta) menempati peringkat ketujuh dalam daftar bandara paling terkoneksi di dunia.

Kilas balik lima tahun lalu, bandara terbesar di Indonesia ini pernah menduduki peringkat kesembilan sebagai bandar udara tersibuk di dunia. Hasil dikeluarkan Airports Council International (ACI) didasari oleh jumlah trafik penumpang, termasuk penumpang yang melakukan transit.

Setelah Terminal 3 Ultimate resmi beroperasi setahun lalu dan sukses mencuri perhatian publik, PT Angkasa Pura II (Persero) hingga kini masih terus melakukan pengembangan kawasan bandara. Salah satunya membangun Terminal 4 yang berada di kawasan pergudangan Soewarna.

Terminal baru ini rencananya akan dibangun seluas 300.000 meter persegi dengan tahap konstruksi paling cepat tahun depan. Tidak hanya terminal, Angkasa Pura II juga bakal membangun landasan pacu atau runway ketiga dengan ukuran 3.000 x 60 meter persegi.

Yang menarik, pengembangan kawasan yang dilakukan di Soetta membawa dampak positif terhadap proyek-proyek properti, khususnya dalam radius 5 kilometer.

Baca juga: Prospek Cerah Investasi Rumah Dekat Bandara Soetta

1 dari 2 halaman

Pengembang Catat Naik 20%

Menurut Colliers International Indonesia, adanya Terminal 3 Soekarno Hatta maupun pengembangan yang tengah dilakukan berpengaruh terhadap pertumbuhan properti utamanya di Tangerang serta sisi utara dan barat Jakarta.

Besar kemungkinan akan ada apartemen, hotel, hingga perumahan baru yang bisa menyerap kebutuhan pangsa pasar yang berkaitan dengan aktivitas di bandara. Baik dari pekerja, penumpang, turis, dan lain-lain. Pengembang, sebaiknya memanfaatkan peluang baik ini.

Salah satu proyek properti yang terkena imbas positif langsung adalah kawasan Aeroworld 8 yang merupakan bagian dari pengembangan CitraGarden City, Jakarta Barat, dengan total luas lahan 450 hektare.

Dibanding kawasan lainnya, Aeroworld 8 yang dikembangkan di atas lahan seluas 80 hektare berlokasi paling dekat dengan kawasan bandara. Secara hitungan maps, jaraknya hanya sekitar 2,5 kilometer saja atau bisa ditempuh kurang dari 10 menit.

Simak juga: Nilai Investasi Melesat, Pilih Hunian Dekat Bandara

“Seiring dengan perkembangan pembangunan Bandara Soetta, penjualan hunian dan area komersial di Aeroworld meningkat cukup signifikan. Jika dibandingkan per Oktober tahun lalu, penjualan hunian dan area komersial bulan yang sama tahun ini naik sekitar 20%,” terang Associate Director PT Ciputra Residence, Merry Lantani kepada Rumah.com.

Ia menambahkan, tidak hanya menghadirkan hunian semata, Aeroworld 8 dengan konsep Airport Central Business District And Living juga akan dikembangkan menjadi Central Business District (CBD) baru di area sekitar bandara.

“Karena lokasinya berdekatan dengan bandara internasional, maka banyak peluang bisnis baik dari luar kota maupun luar negeri. Ke depan kami melihat ada kebutuhan hunian yang nyaman, tenang dan eksklusif, sekaligus memudahkan mereka yang punya aktivitas bisnis di sekitar bandara.”

“Kami tawarkan hunian mulai Rp3,5 miliar – Rp5 miliar, sementara untuk rukan dipasarkan Rp2 miliaran. Di triwulan keempat ini kami optimistis dapat memaksimalkan penjualan, terutama area komersial yang memang paling strategis untuk bisnis-bisnis yang membutuhkan akses cepat ke Bandara Soetta,” ia mengakhiri.

Kondisi properti di Jakarta Barat yang masih signifikan membuat banyak konsumen sekaligus investor tak segan-segan untuk membeli apartemen maupun rumah tapak di sini. Tertarik punya hunian di Jakarta Barat? Intip daftar harganya mulai Rp500 jutaan.

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Hari Terakhir Libur, Menhub Minta Petugas Bandara Lembur
Artikel Selanjutnya
Sudah Digaji, Menhub Larang Porter Bandara Soetta Minta Tip