Sukses

Tiga Motor Ekonomi Dorong Bisnis Properti Batam

Liputan6.com, Jakarta Para pelaku usaha optimistis bisnis manufaktur, oil dan gas, serta perkapalan di Batam masuk ke tahap pemulihan seiring mulai stabilnya perekonomian nasional. Dengan membaiknya tiga pilar penggerak ekonomi tersebut, diyakini akan turut menggairahkan bisnis properti di Kota Batam, terutama sub-sektor industrial estate.

Pasalnya, wilayah Batam memiliki posisi yang sangat strategis dalam konteks perekonomian tanah air. Secara geografis, letaknya yang bersebelahan langsung dengan Singapura menjadikan Batam sebagai simpul logistik nusantara yang utama.

“Secara natural, Batam memiliki potensi yang luar biasa, dan jika tiga pilar ekonomi tersebut kembali berkembang, kami optimistis pertumbuhan ekonomi wilayah ini akan kencang seperti dahulu,” ujar Budiarsa Sastrawinata, President Director PT Ciputra Residence, dalam siaran tertulis yang diterima Rumah.com.

Hingga akhir tahun lalu, Batam yang masuk Kepulauan Riau, kondisinya memang tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di tahun sebelumnya.

Hal itu terjadi bukan lantaran kondisi makro ekonomi yang belum pulih total, namun juga karena ada beberapa kebijakan pemerintah yang pada akhirnya turut menghambat pergerakan bisnis sektor properti di Batam.

Salah satunya pengenaan BPHTB (Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). JIka DKI Jakarta sudah diturunkan menjadi 2,5%, namun Batam dan sekitarnya masih mematok angka 4%. Ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah daerah yang kurang menguntungkan pelaku bisnis di sektor properti.

Beruntungnya, pergerakan pasar properti yang ada di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunai Darussalam, memberi dampak positif terhadap perkembangan bisnis properti di Batam.

Baca juga: Properti Batam Terdongkrak Properti Negara Tetangga

1 dari 2 halaman

Kontribusi Pengembang Besar

Hal ini juga yang menyebabkan harga unit properti di Batam terbilang cukup tinggi, bila dibanding daerah lain kendati spesifikasinya sama atau tidak jauh berbeda. Baik itu properti jenis hunian maupun komersial dan ritel.

Sebagai contoh gudang yang dibangun di Citra Aerolink Batam, proyek hasil duet PT Ciputra Residence dan Citramas Group, saat ini memiliki tiga pilihan ukuran yakni tipe Bronze dengan luas 300 m2, tipe Silver dengan luas 360 m2, serta tipe Platinum dengan luas 504 m2. Unit gudang tersebut dipasarkan mulai Rp3,1 miliar hingga Rp5 miliar.

Simka juga: Investasi Properti Batam Makin Menggiurkan

Gudang multiguna ini memiliki dua lantai, di mana bagian depan dari bangunan digunakan sebagai kantor, sedangkan bagian belakang memiliki ceiling height setinggi 8 meter. Sehingga dapat digunakan sebagai area kerja dan penyimpanan barang.

Citra Aerolink Batam sendiri merupakan sebuah kawasan seluas 20,6 hektare yang terintegrasi dengan kawasan pergudangan, kompleks komersil, dan apartemen.

Salah satu keunikan dari proyek tersebut, menurut Kris Wiluan selaku Komisaris Kabil Industrial Estate, adalah penerapan konsep EcoCulture yang dapat dilihat dari penerapan konsep green building.

Dari fasad bangunan, terdapat green wall yang jarang ditemui pada proyek lain. Selain itu konsep green building diaplikasikan lewat skylight untuk area kerja dan juga sistem ventilasi silang untuk menjamin sirkulasi udara yang baik.

Konsep smart industry ini akan dilengkapi dengan sambungan fiber optic yang bisa menghasilkan jaringan internet berkecepatan tinggi, sehingga pemilik dapat memantau lingkungan, dan bangunan di Citra Aerolink melalui gadget,” kata Kris.

“Lokasi proyek kami dekat dengan pengembangan kawasan MRO (Maintenance, Repairing and Overhaul Operation) pesawat terbang di kawasan Bandara Hang Nadim Batam. Serta dekat juga dengan Nongsa Digital Park, yang merupakan sentra pengembangan usaha digital skala internasional,” tandasnya.

Investasi properti adalah salah satu bentuk investasi dengan prospek bagus. Nilainya hampir selalu meningkat setiap tahunnya. Tertarik mencari rumah baru? Lihat pilihannya di sini dengan harga Rp300 jutaan!

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Cikarang akan Segera Punya Apartemen Berkonsep Golf
Artikel Selanjutnya
Indeks Harga Properti Komersial Menurun