Sukses

Pengiklan "Senayan City Dijual" Mohon Maaf

Liputan6.com, Jakarta Beberapa waktu lalu, kabar tentang dijualnya Mal Senayan City cukup membuat publik heboh. Berdasarkan salah satu listing yang ditayangkan, pusat perbelanjaan mewah di kawasan Jakarta Pusat itu dipasarkan seharga Rp19 jutaan per meter persegi.

Adalah salah satunya agen dari Century21 Metro yang menayangkan iklan tersebut di portal properti. Menanggapi iklan tersebut, PT Manggala Gelora Perkasa selaku managemen Senayan City segera menepis dan mengklaim bahwa iklan tersebut tidak valid.

Akibatnya, Syafa An, agen yang menayangkan iklan Senayan City segera mengklarifikasi dan meminta maaf kepada segala pihak terkait yang merasa dirugikan.

“Saya memasang iklan tersebut semata-mata karena naluri sebagai marketing untuk mencari sisi selling. Hingga akhirnya beberapa hari lalu saya menerima informasi bahwa iklan yang saya pasang tidak valid. Saya sudah meminta maaf secara langsung kepada pihak Senayan City, termasuk juga ke agensi properti yang menaungi saya yakni Century21 Metro,” katanya dalam konferensi pers hari ini (29/9).

Menurut penjelasannya, ia pertama kali mendapat informasi bahwa Senayan City dijual melalui pesan dari grup whatsapp agen properti independen sekitar Mei lalu. Namun lantaran baru bergabung dengan Century21 Metro, maka ia belum berwenang untuk mengiklankan produk.

Baca juga: 8 Panduan untuk Memulai Karir Sebagai Agen Properti

“Awalnya saya sempat cuek karena posisinya masih marketing baru. Lalu bulan Juli ketika saya baru belajar tentang cara mengiklankan dan bekerjasama dengan beberapa klien untuk memasarkan, akhirnya saya meminta admin kantor untuk menanyangkan listing Senayan City,” ceritanya saat ditemui Rumah.com.

“Setahu saya ada juga beberapa agen yang mengiklankan terlebih dulu sejak bulan Mei. Sayangnya, mungkin mereka sudah tahu isu itu tidak valid, nah kelalaian saya adalah tidak menghapus iklan tersebut sesegera mungkin,” imbuh Syafa.

Berdasarkan keterangan rinci, proses penayangan iklan yang berlaku di Century21 Metro memang dilakukan oleh pihak admin berdasarkan instruksi dari agen properti.

“Di sini, saya juga mengaku bahwa saya tidak menuruti Standard Operating Procedure (SOP) yang ada di Century21 Metro. Untuk diketahui, prosedur yang benar ketika hendak mengiklankan produk adalah harus menunjukkan bukti surat Perjanjian Jasa Pemasaran (PJP). Dan surat ini yang saya tidak punya,” tegasnya.

Simak juga: Agen Properti, Ini Solusi Beli Properti yang Aman

1 dari 2 halaman

Sampaikan SOP di Awal

Sementara itu sebagai pimpinan, Vice Principal Century21 Metro Group, Yohan Yan mengatakan bahwa setelah direkrut, agen baru yang bergabung harus memenuhi syarat utama yakni menjalani masa training.

“Di mana kami sudah sampaikan di awal tentang prosedural, termasuk juga dalam menayangkan iklan produk sebaiknya kroscek secara teliti terkait sumber informasinya darimana, dan legalitasnya seperti apa.”

“Agen juga biasanya harus menyertakan dokumen sesuai standar SOP. Tapi mungkin perlu kami sampaikan, jumlah marketing kami cukup banyak sekitar 150 orang, sehingga ada satu kondisi di mana 100% kami tidak bisa mengawasi mereka secara optimal,” urainya.

Berangkat dari kasus yang tengah diselesaikan ini, Yohan berjanji akan terus memperbaiki sistem yang ada di Century21 Metro. Termasuk juga permasalahan screening terhadap iklan-iklan yang ditayangkan di portal properti.

“Karena akun agen yang ada di portal properti sifatnya pribadi, dan itu adalah etalase mereka untuk memasarkan produk, maka ketika hal ini terjadi kami memang mengaku kecolongan. Update terkini, tim legal Century21 Indonesia sudah mendatangi langsung pihak Senayan City, dan mereka sangat kooperatif. Kami berharap masalah ini bisa selesai dengan segera,” tukasnya.

Mau jadi agen properti sukses memang harus pandai memilah listing. Berikut pilihan listing perumahan yang aman dijual dengan harga di bawah Rp1 miliar

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Soal Rebut Suami, Istri Bhakti Perkasa Minta Maaf pada Ria Ricis
Artikel Selanjutnya
Pelapor Minta Menkominfo Blokir Semua Akun Medsos Jonru