Sukses

Capital Gain Apartemen di Bogor Nyaris 100% Dalam Tiga Tahun

Liputan6.com, Jakarta Catatan Rumah.com Property Index untuk kuartal dua (Q2) 2017 menunjukkan median harga apartemen kisaran Rp100 juta – Rp350 juta di Bogor, Jawa Barat, berada pada angka Rp10,92 juta per meter persegi.

Harga ini mengalami kenaikan sebesar 0,77% dibanding Q1 2017 yang hanya menorehkan Rp10,83 juta per meter persegi. Dimana setelah sebelumnya median harga terkoreksi turun hingga -4,57% dari Q4 2016 ke Q1 2017 (q-o-q).

Penurunan yang terjadi adalah yang pertama kalinya sejak tahun 2015 silam. Sementara kenaikan harga tertinggi pernah terjadi di Q3 2016 dengan capaian 14,43%.

Tren harga apartemen kelas menengah yang positif di Bogor, membuat sejumlah pengembang lokal cukup percaya diri untuk lebih gencar memasarkan produknya. Mereka pun optimis, unit yang dilepas mampu diserap pasar secara optimal hingga akhir tahun ini.

Salah satunya diungkapkan pengembang apartemen Gardenia Bogor, Takke Group. Dengan potensi pasar yang sangat besar, memicu mahasiswa dan masyarakat untuk memiliki hunian di Bogor,” ujar Marketing Director apartemen Gardenia Bogor, Bobby Nasution kepada Rumah.com dalam acara topping off tower Raflesia dan Bougenvile

Menurutnya, kondisi Bogor memiliki banyak keunggulan dibanding daerah penyangga Jakarta lainnya.  Selain mudah diakses melalui tol Jagorawi, Bogor juga memiliki sarana transportasi yang sangat lengkap.

Baca juga: Ditargetkan Juni, Bogor Outer Ring Road Seksi II B Selesai Lebih Cepat

Baik transportasi jalan raya maupun kereta commuter line yang saat ini sudah menjadi pilihan utama warga Bogor. Berdasarkan data KAI, penumpang kereta rel listrik dari Bogor menjadi paling dominan dengan total mencapai 67,2%.

“Bogor mempunyai infrastruktur kota yang bagus dan juga memiliki latar belakang budaya baik yang terpatri di setiap masyarakatnya. Dengan kesejukannya, membuat Bogor jadi lokasi terbaik untuk mendirikan hunian. Kota Bogor masuk ke dalam deretan kota-kota terbaik di Indonesia,” imbuh Bobby yang merupakan calon menantu Presiden RI, Joko Widodo.

1 dari 2 halaman

Investasi Menguntungkan

Menganalisa situasi terkini, hunian vertikal disebut paling layak dibidik sebagai instrumen investasi properti terbaik di Bogor lantaran beberapa faktor. Salah satunya kehadiran beberapa perguruan tinggi yang memiliki ribuan mahasiswa.

Contohnya Institut Pertanian Bogor (IPB) yang pada tahun ini menampung 3.900 mahasiswa baru, sedangkan Universitas Pakuan (Unpak) menerima sekitar 4.000 mahasiswa.

Simak juga: Wow! Biaya Resepsi Raisa x Hamish Seharga Rumah Keren di Bogor

“Setiap tahunnya ada banyak mahasiswa baru yang mencari tempat tinggal di sekitar kampus. Sudah tentu ini bisa jadi ceruk pasar yang menguntungkan,” katanya.

Sebagai hunian dan investasi, unit-unit apartemen Gardenia Bogor ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Konsumen yang sudah membeli pada penjualan perdana tahun 2014 lalu dengan harga Rp180 juta untuk tipe Studio seluas 20m2, saat ini sudah mengantongi keuntungan hampir 100%.

“Harga ini sudah mengalami peningkatan drastis. Sekarang, untuk tipe yang sama dipasarkan senilai Rp300,” tukasnya.

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Pengembang Ini Bangun Ruko Unik Rp 8 Miliar di Cakung
Artikel Selanjutnya
Catat Tipe Kamar Sebelum Beli Apartemen Meikarta