Sukses

Jawab 5 Pertanyaan ini Sebelum Ajukan KPR!

Liputan6.com, Jakarta Membeli rumah dengan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) bukanlah komitmen yang sederhana. Tenor cicilan yang relatif panjang memaksa Anda untuk memiliki pendapatan yang stabil setiap bulannya.

(Baca juga: Tips agar Gaul Lancar, Cicilan KPR Lancar)

Sayangnya masalah kesiapan finansial kerap kali disepelekan oleh mereka yang terburu-buru ingin punya rumah. Tak heran jika ada debitur yang mengalami kredit macet dan terpaksa mengajukan oper kredit.

Semoga hal seperti itu tidak menimpa Anda. Dan untuk memastikan kesiapan diri dan finansial, jawab lima pertanyaan krusial dari Rumah.com berikut terlebih dulu sebelum Anda mengajukan KPR:

1. Apakah Anda baru saja mengalami kerugian?

Jika Anda baru saja mengalami kerugian dalam segi keuangan misalnya kehilangan saham investasi, kerugian berbisnis, atau kehilangan pekerjaan, maka Anda perlu berpikir ulang sebelum mengajukan pinjaman kredit rumah.

Pasalnya dalam kondisi emosional yang lemah tersebut Anda rentan mengalami kerugian serupa. Lebih baik menunggu beberapa waktu sampai kondisi keuangan kembali stabil sebelum mengajukan permohonan KPR.

2. Jika mendapat pekerjaan baru, akankah Anda pindah hunian?

Pasar pekerja yang berkembang cepat dan masif membuat karyawan sering berpindah-pindah pekerjaan. Apabila Anda berencana untuk pindah pekerjaan, atau ingin bekerja dengan berpindah-pindah domisili, maka tidak tepat untuk mengajukan kredit perumahan.

Pasalnya, rumah akan lebih sering kosong dan mudah mengalami kerusakan. Sementara jika ingin disewakan Anda harus mencari orang kepercayaan untuk mengelola.

3. Apakah Anda punya (cukup banyak) tabungan ekstra selain uang muka?

Uang muka yang semakin ringan membuat calon debitur semakin mudah dan cepat mengajukan KPR. Namun, harus diakui bahwa semakin kecil uang muka maka semakin besar suku bunga yang harus dibayar.

Anda juga harus paham kalau ada banyak biaya tersembunyi ketika membeli sebuah rumah. Misalnya biaya provisi, notaris, pajak, BPHTB, sampai ongkos agen properti. Jadi, pastikan pundi-pundi tabungan Anda cukup untuk membayar semua tagihan tesebut.

1 dari 2 halaman

5 Pertanyaan Sebelum Ajukan KPR

4. Apakah pembelian secara kredit lebih murah daripada membeli lunas?

Hal ini tergantung kepada dimana lokasi hunian. Apabila Anda membeli sebuah hunian dimana peminat okupansi sewanya tinggi, maka harga properti akan meningkat stabil setiap bulan.

(Simak juga: Ragam pilihan hunian dengan harga di bawah Rp500 jutaan)

Hal tersebut bisa menguntungkan Anda jika ingin menjajal bisnis kontrakan atau kos kosan. Pembelian dengan metode kredit pun terasa lebih ringan dan efektif.

Di sisi lain, pembelian rumah langsung lunas akan lebih tepat untuk lokasi hunian dengan harga sewa dan peminat yang cenderung stabil. Lebih baik Anda bersabar untuk menabung supaya cepat memiliki hunian impian.

5. Apakah Anda benar-benar siap mengajukan KPR?

Ingat bahwa Anda akan terikat kewajiban untuk membayar sejumlah uang yang nilainya bisa terus meningkat seiring dengan suku bunga setiap bulannya. Sementara Anda tidak tahu apakah nantinya ada keperluan mendesak di tengah perjalanan.

Jadi sebaiknya tanyakan tiga hal ini kepada diri sendiri:

  • Apakah Saya memaksa keinginan membeli rumah?
  • Apakah Saya kesulitan untuk mengatur nominal cicilan ke dalam cashflow bulanan?
  • Apakah alasan memiliki rumah lebih banyak daripada alasan tidak membeli rumah?

Pada akhirnya, proses pembelian rumah adalah keputusan finansial dan emosional terbesar yang pernah Anda buat. Yakini diri bahwa ini adalah keputusan yang tepat, tidak perduli apa yang orang lain bilang.

 

Isnaini Khoirunisa

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Ini Ciri Rumah yang Bisa Dibeli Pakai Kartu BPJS-TK
Artikel Selanjutnya
Jokowi Ingin Lebih Banyak BUMN dan Swasta Sekuritisasi Aset