Sukses

Meikarta Inovasi Baru Dunia Properti

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran Kota Mandiri Baru Meikarta yang tengah dibangun Lippo Group membuat bisnis properti kembali menggeliat. Investor ramai-ramai menanamkan investasi untuk mewujudkan lahirnya pusat perekonomian baru yang digadang-gadang menjadi Jakarta Baru.

Sementara masyarakat berbondong-bondong untuk membeli unit apartemen. Baik untuk tempat tinggal masa depan maupun sebagai investasi properti.

Promosi dan pemasaran jor-joran Kota Baru Meikarta yang dilakukan Lippo Group pun diganjar penghargaan oleh salah satu media cetak Indonesia. Meikarta meraih penghargaan dalam kategori "Inovasi Pemasaran" di ajang Apresiasi Inovasi untuk Negeri yang digelar Koran Sindo.

Dalam empat bulan pemasaran atau sejak Mei 2017 lalu, kota yang digadang-gadang menjadi Jakarta Baru ini mencatat penjualan lebih dari 120 ribu unit apartemen.

Vice President and Head of Corporate Communication PT Lippo Karawaci Tbk, Danang Kemayan Jati mengatakan merupakan inovasi baru di dunia properti. Kota modern yang berada di jantung ekonomi Indonesia di koridor Jakarta-Bandung ini juga menjadi solusi bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga terjangkau.

"Ini solusi di tengah tingginya permintaan rumah murah. Banyak masyarakat yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan, namun belum bisa membeli rumah. Meikarta akan menjadi solusinya, karena kami memasarkan hunian terjangkau dengan harga mulai dari Rp 127 juta per unit," kata Danang.

Dia menegaskan Meikarta merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kurangnya hunian bagi masyarakat di Indonesia. Backlog rumah di Indonesia ini mencapai 11,7 juta unit.

"Jadi, Meikarta hadir untuk mendukung pemerintah dalam menyediakan hunian untuk rakyat. Kami juga meluncurkan Meikarta di tengah kondisi pasar properti yang sedang lesu. Dengan demikian, Meikarta menjadi sebuah gebrakan besar di industri properti," ujar Danang.

(*)

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Bukan Facebook dan Apple, Ini 5 Perusahaan Teknologi Tercerdas
Artikel Selanjutnya
Indonesia Perlu Pusat Riset Kesehatan Global