Sukses

Belum Punya Rumah? 7 Kebiasaan ini Biang Keroknya!

Liputan6.com, Jakarta Setiap orang pasti ingin punya rumah sendiri. Sayangnya, tidak semua orang bisa memulai untuk hidup mandiri dan mengatur keuangannya secara disiplin. Alhasil, resolusi membeli rumah baru belum juga terealisasi hingga saat ini.

(Baca juga: Pendidikan Tinggi Tak Menjamin Punya Rumah Sendiri!)

Padahal kini pembelian rumah sudah difasilitasi dengan pembiayaan KPR yang meringankan. Beberapa pengembang juga ada yang menawarkan promo uang muka ringan dan cicilan bertahap dengan jangka waktu satu hingga dua tahun.

Namun, tetap saja masih banyak orang yang kesulitan mengumpulkan uang muka rumah. Jangan keburu pesimis, agar Anda cepat punya rumah segera buang jauh-jauh 7 kebiasaan yang membuat Anda tak kunjung punya rumah seperti yang dirangkum dari Rumah.com berikut ini!

1. Gaya Hidup Melampaui Kemampuan

Ada beberapa orang yang ingin terlihat ‘wah’ dengan jalan-jalan ke luar negeri, membeli tas, sepatu, dan jam tangan branded padahal semuanya dibayar dengan cicilan kartu kredit. Pada titik tertentu kebiasaan ini akan menjebak Anda di pusaran utang yang besar.

Berhenti membuat keluarga dan teman-teman terkesan dengan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan. Mulai bangun kepercayaan diri dan yakini bahwa harga diri seseorang tidak selalu dinilai berdasarkan materi.

2. Tidak Menabung Setiap Bulan

Beberapa konsultan keuangan menyarankan bahwa Anda harus menyimpan uang tabungan sekitar 10 persen dari penghasilan bulanan. Akan tetapi, jumlah ini sebenarnya belum mencukupi jika untuk dijadikan uang muka untuk membeli rumah.

Tinjau ulang kebutuhan bulanan dan pangkas pengeluaran yang kurang penting. Simpan uang dengan metode deposito supaya bisa langsung memotong pendapatan bulanan Anda.

3. Belanja dengan Kartu Kredit Ketika Tidak Punya Uang

Punya kartu kredit kerap menggoda Anda untuk membeli sesuatu ketika tidak punya uang. Tidak masalah apabila pengeluaran tersebut masuk dalam kebutuhan bulanan. Namun apabila berkaitan dengan pengeluaran tambahan/sekunder sebaiknya urungkan niat tersebut.

Sebab, Anda akan terbiasa mengulangi hal serupa hingga tidak sadar telah menimbun hutang yang besar di bulan depan.

4. Meminjamkan Uang

Tidak ada salahnya membantu sesama, akan tetapi lakukan pertimbangan yang matang sebelum memberi uang pinjaman kepada teman atau keluarga. Meminjamkan uang yang semestinya digunakan untuk membayar tagihan bulanan juga bukan ide yang bagus.

Jika ingin tulus membantu, lebih baik Anda memberi sejumlah uang (sesuai kemampuan) kepada teman atau keluarga yang membutuhkan.

(Simak juga: Pilihan rumah dengan sentuhan modern dengan harga mulai dari Rp500 jutaan)

5. Tidak Memiliki Dana Darurat

Kebiasaan buruk yang banyak dilakukan orang adalah tidak memiliki uang simpanan untuk kejadian tak terduga. Akhirnya, jika terjadi kecelakaan atau musibah mereka terpaksa mencari pinjaman uang dengan mendadak. Yang artinya, Anda menambah daftar utang semakin panjang.

Daripada membeli benda yang tidak benar-benar dibutuhkan, lebih baik disimpan untuk kebutuhan mendesak. Tabungan ini juga bisa digunakan untuk menambah uang muka jika terdapat kekurangan.

6. Terbiasa Berhutang

Seiring dengan bertambahnya usia, ada banyak kejadian yang mengubah pemikiran Anda tentang uang. Misalnya, Anda berpikir bahwa berutang adalah hal yang biasa, maka sepanjang usia Anda akan terus terbelit oleh utang.

Mulai sekarang, coba terapkan pola pikir positif mengenai pengelolaan uang yang bijak. Fokus pada pelunasan utang dengan cara mengambil pekerjaan lepas (freelance) atau mulai berdagang. Sementara itu, tetap jalani hidup sederhana dan usahakan menabung jika ada uang sisa.

7. Belanja Sesuai Keinginan

Buang jauh-jauh kebiasaan atau sifat yang mudah tergiur dengan potongan diskon dan godaan strategi marketing yang menjebak. Pengelolaan uang yang bijak tidak hanya sekedar membeli apa yang benar-benar diinginkan. Gunakan logika untuk mengambil keputusan. Misalnya, di musim diskon, cukup beli barang yang dibutuhkan.

 

Isnaini Khoirunisa

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Resep Panjang Umur Orang-Orang Berusia 100 Tahun Lebih
Artikel Selanjutnya
Tuntutan Pegawai BNN Tewas ke Suami Cermin Masyarakat Konsumtif?