Sukses

Baca ini Sebelum Berhenti Bekerja untuk Jadi Ibu Rumah Tangga!

Liputan6.com, Jakarta Ada banyak alasan yang membuat seorang wanita pekerja akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Selain agar bisa lebih konsentrasi mengurus anak-anak dan keluarga, keputusan berhenti berkarir juga bisa karena besarnya tekanan pekerjaan yang memicu tingkat stres yang tinggi.

(Baca juga: 5 Cara Efektif Manfaatkan Waktu di Rumah Sepulang Bekerja)

Kendati sudah memikirkan keputusan secara matang, namun nyatanya banyak wanita yang mengaku tidak nyaman beradaptasi pada beberapa minggu pertama di rumah. Perubahan gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari memang bisa membuat wanita yang biasa beraktivitas di kantor menjadi mudah bosan saat berada di rumah seharian.

Solusinya? Buat saat-saat transisi menjadi lebih menyenangkan dengan beberapa tips dari Rumah.com yang bisa Anda lakukan berikut ini.

Mempelajari Tugas Keseharian

Ketika memulai pekerjaan baru, Anda biasanya akan diberikan modul pelatihan yang harus dipelajari, begitu pula ketika menjadi ibu rumah tangga penuh. Anda akan tinggal bersama anak 24 jam dalam 7 hari penuh dan hal tersebut memerlukan penyesuaian yang lumayan sulit.

Terlebih jika Anda terbiasa menjawab pertanyaan atasan, berbicara secara formal, dan bekerja di tengah tenggat waktu. Sementara itu, sekarang bos Anda adalah anak kecil yang penuh rasa ingin tahu dan aktif bergerak.

Gaya berbicara juga harus disesuaikan dengan pemilihan kata sederhana agar dipahami balita, dan Anda pun tetap harus berpacu dengan waktu untuk merapikan rumah, memasak, bersih-bersih, sembari merawat si kecil.

Ketahui dengan pasti segala tugas yang akan Anda lakukan sebelum memulai hari pertama sebagai orangtua yang tinggal dirumah 24 jam. Ada banyak tugas baru yang mungkin tidak Anda sangka harus dilakukan sebelumnya.

Jangan Melupakan Teman Lama

Meninggalkan dunia pekerjaan sebagai karyawan kantoran bukan berarti Anda juga harus memutuskan tali silaturahmi dengan kolega dan teman bekerja. Usahakan tetap membangun hubungan yang baik dengan kolega dan teman-teman di kantor dulu.

Caranya bisa dengan membuat jadwal waktu makan siang bersama, berkirim pesan, memberi ‘likes’ pada postingan Facebook, sebagai tanda perhatian kepada mereka. Hubungan pertemanan yang terjaga baik bisa memberi Anda perasaan bahagia sekaligus menjadi koneksi potensial apabila suatu saat nanti Anda memutuskan untuk kembali bekerja.

Mencari Teman Baru

Buat hubungan pertemanan yang akrab dengan tetangga yang ada di lingkungan perumahan. Cara ini bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang sekaligus membantu Anda beradaptasi pada hari-hari pertama menjadi ibu rumah tangga.

Perbincangan seru dengan sesama ibu rumah tangga bisa membantu Anda mengambil keputusan mulai dari pemilihan merek popok, sampai dengan resep menu masakan.

Membuat Jadwal

Berbeda dengan jam bekerja wanita karir yang ketat mulai dari jam 9 pagi sampai 5 sore, menjadi ibu rumah tangga yang tidak dibatasi jam bekerjanya membuat Anda akan kesulitan mengatur waktu.

Padahal, ada banyak tugas yang harus diselesaikan, seperti berbelanja keperluan harian, memasak, sampai dengan mengurus buah hati. Supaya lebih mudah beradaptasi, Anda bisa menulis jadwal pekerjaan harian agar minggu pertama berjalan sesuai harapan.

(Simak juga: Pilihan hunian dengan fasilitas taman bermain dengan harga di bawah Rp500 jutaan)

Sisihkan Waktu untuk Diri Sendiri

Ketika sibuk mengurus anak, suami, dan urusan rumah tangga lainnya, ibu rumah tangga kerap kehilangan waktu untuk merawat dirinya sendiri. Hal ini bisa memicu tingkat stres baru apabila tidak di atasi sedini mungkin.

Jadi mulai sekarang Anda bisa membuat jadwal khusus “me –time” yang bisa dikompromikan bersama suami, setidaknya sekali dalam seminggu. Waktu senggang ini bisa Anda manfaatkan untuk perawatan tubuh dan wajah, atau sekedar melakukan hobi seperti membaca buku.

Minta Bantuan Suami

Anda dan suami sebelumnya mungkin terbiasa sibuk dengan rutinitas jam kerja kantor masing-masing. Namun setelah berhenti bekerja, kini perbedaan tanggungjawab menuntut suami untuk turun tangan membantu pekerjaan rumah.

Buat kesepakatan mengenai pembagian pekerjaan rumah secara terjadwal. Misalnya di akhir pekan suami bisa turut membantu membersihkan lantai dan pekarangan rumah. Sesuaikan tugas dengan kapasitas dan keterampilan yang dimiliki oleh suami.

Mencari Aktivitas yang Menyenangkan Bersama si Kecil

Seharian bersama si kecil di rumah juga bisa membuat Anda bosan. Untuk itu carilah aktivitas atau permainan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama si buah hati. Misalnya mengikuti kelas playgroup di sekitar hunian, bermain di taman di sore hari, atau pergi ke spa ibu dan anak.

Melakukan banyak aktivitas bersama juga bisa mempererat bonding ibu dengan si kecil.

 

Isnaini Khoirunisa

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
35 Tahun Berpisah, Paidi Akhirnya Bertemu Lagi dengan Ibunya
Artikel Selanjutnya
Rumah Hiro Dibakar Orang, Vika Juga Kena Rampok