Sukses

Properti Serpong Kian Prospektif

Liputan6.com, Jakarta Dijuluki primadona kawasan di area Tangerang Selatan, Serpong hingga kini masih terus memancarkan pesonanya dengan beragam kemudahan akses dan infrastruktur. Diantaranya yang masih ‘hangat’ adalah dihapusnya Gerbang Tol Karang Tengah.

Dengan adanya penghapusan ini, efek positifnya adalah warga Serpong bisa menikmati nyamannya berkendara tanpa harus terjebak kemacetan yang sangat menyita waktu.

Bila semula perjalanan dari Serpong ke Grogol (lewat tol) membutuhkan waktu nyaris dua jam, kini bisa dipangkas hingga sekitar 45 menit. Demikian juga akses ke Tomang dan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), diyakini akan menjadi lebih singkat waktunya.

Baca: GT Karang Tengah Siap Ditutup Bulan Depan

Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, menilai faktor potensial yang dimiliki Serpong menjadi salah satu penyebab kawasan ini masih terus diminati para pencari properti.

“Imbas pesatnya pertumbuhan di Serpong, mendorong pengembang untuk menggarap proyek-proyek propertinya di kawasan ini. Apalagi Serpong didukung oleh prasarana publik lengkap seperti rumah sakit kelas menengah atas, pusat perbelanjaan ternama, serta sekolah skala internasional,” katanya.

Bila ditinjau dari beberapa aspek, Serpong memang punya potensi hingga menjadikannya area favorit bagi konsumen properti.

Baca: Bujet 700 jutaan, Pilih Rumah atau Apartemen di Serpong?

Secara geografis, Serpong berada di antara Jakarta Selatan dan Kabupaten Bogor, yang mana kedua wilayah tersebut juga tengah aktif membangun infrastruktur.

Tak hanya itu, pertumbuhan bisnis komersial dan area perkantoran yang stabil di Jakarta Selatan, mau tidak mau mendorong para pekerja untuk mencari hunian yang tidak terlalu jauh dari tempat kerja, di samping harganya yang lebih terjangkau. Dan Serpong kerap jadi incarannya.

Bambang Sumargono selaku Direktur Marketing Kingland Avenue, mengakui pangsa pasar properti sektor apartemen di wilayah itu kian hari kian menggiurkan. Ia mencontohkan bukti nyata melalui penjualan apartemen The Venetian.

Kepada Rumah.com, ia mengklaim “Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, pada tahap pertama penjualan tower The Venetian mendapatkan respons pasar yang sangat baik. Terbukti, unit-unitnya kini sudah terjual lebih dari 70 persen."

(Lihat ulasan lengkap seputar Kingland Avenue)

Proyek senilai Rp5 Triliun yang dibangun diatas lahan seluas 2,2 hektar ini, memiliki konsep 5 in 1 mixed use development yang terdiri dari apartemen, gedung perkantoran, kondotel, commercial retail dengan landscape green lush garden yang berbeda dan dengan fasilitas bertaraf internasional.

Menyoroti pangsanya secara spesifik, Bambang mengatakan, “Konsumen apartemen yang menyasar area Serpong bervariatif mulai dari mahasiswa, pasangan muda, profesional yang masih single, hingga para investor yang mendambakan keuntungan berlipat.”

Senada dengan ucapan Bambang, konsultan properti Lily Tjahnadi, pun menguraikan faktor lain yang membuat Serpong justru semakin menggeliat adalah pasar dengan ceruk yang lebar. Mulai kalangan bawah, menengah bawah, menengah-menengah, hingga menengah atas jumlahnya luar biasa banyak.

“Pola migrasi urban juga turut memengaruhi kenaikan populasi Serpong yang pada gilirannya sangat membutuhkan hunian dan tempat usaha. Kebutuhan dan pasokan akan terus berlangsung dengan dinamis sehingga mencapai posisi seimbang,” tuturnya.

Potensi Serpong yang menarik sangat sayang untuk Anda lewatkan. Tertarik berinvestasi properti di Serpong dan Tangerang Selatan? Simak pilihan propertinya dengan harga jual mulai Rp500 Jutaan.

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Meikarta: Apartemen Murah di Kawasan Industri Cikarang
Artikel Selanjutnya
Cikarang akan Segera Punya Apartemen Berkonsep Golf