Sukses

5 Bagian Rumah yang Wajib Diperiksa Setelah Kena Banjir

Liputan6.com, Jakarta Musim hujan mulai berlalu. Saatnya berbenah bagi rumah-rumah yang terkena banjir tahunan. Banjir yang melanda biasanya meninggalkan bekas dan kerusakan pada hunian.

Karena itu, yang harus Anda lakukan usai banjir tak sekadar membersihkan rumah dari lumpur atau air kotor. Lebih dari itu, Anda harus melakukan beberapa perbaikan utama.

Berikut tiga hal utama yang harus Anda perbaiki setelah banjir melanda.

Kerusakan Dinding

Setelah banjir biasanya dinding rumah mengalami kerusakan yang cukup parah. Dinding yang terendam banjir akan terlihat berkerak kecokelatan dan rentan berjamur karena kondisi dinding lembap.

Jika terus dibiarkan, kerak cokelat dan jamur dapat menyebar. Selain itu dinding yang lembap akan cepat rapuh. Untuk mengatasinya gunakan semprotan air bertekanan tinggi untuk membersihkan kerak cokelat.

Lalu, lakukan pengecatan ulang dengan mengerok cat terdahulu dan lakukan pengampelasan. Untuk mengurangi udara lembap di dalam rumah buka semua ventilasi di siang hari agar sirkulasi udara lancar dan sinar matahari dapat masuk menghangatkan udara dalam rumah.

Titik Elektrikal

Listrik merupakan komponen penting sebuah hunian. Setelah banjir lakukan pemeriksaan pada titik utama elektrik rumah Anda. Ini penting dilakukan untuk menghindari terjadinya korsleting. Apalagi jika sebelumnya rumah tergenang banjir yang cukup tinggi.

Periksa dengan cermat apakah terdapat rembesan air di titik elektrik rumah, adakah kabel-kabel yang mengelupas dan sebagainya. Jika terdapat kerusakan pada listrik segera perbaiki.

Agar lebih aman, panggil petugas PLN jika Anda tak bisa membenahinya sendiri. Kerusakan pada listrik akibat banjir dapat berbahaya pagi penghuni rumah.

(Simak juga: Kiat Memilih dan Menjaga Furnitur Tahan Banjir)

Saluran Pembuangan Air

Salah satu penyebab utama terjadinya banjir di lingkungan rumah adalah saluran air yang tidak lancar. Usai banjir segera periksa saluran air di lingkungan rumah Anda.

Jika ada sumbatan sampah, tanah atau lumpur segera bersihkan. Perhatikan pula ukuran saluran air, apakah cukup besar untuk menampung air hujan. Jika masih terlalu kecil, Anda bisa sampaikan kepada ketua lingkungan perumahan untuk dilakukan pelebaran saluran air.

Sebaiknya juga, posisi rumah dibuat lebih tinggi dari drainase agar jika ada hujan dan banjir, air tidak masuk ke dalam rumah.

Tak ingin kebanjiran? Tinggal di apartemen mungkin bisa jadi pilihan. Temukan pilihan apartemen di tengah kota dengan harga mulai Rp200 Jutaan.

Foto: Pixabay.com

Sumber: Rumah.com

Rina Susanto

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Perahu Timpa Alat Berat Proyek Cikarang Bekasi Laut, 1 Warga Tewas
Artikel Selanjutnya
Warga Kediri Diduga Tusuk Istri dan Sayat Tangan Sendiri