Sukses

4 Alasan Anda Harus Pindah Saat Renovasi Rumah

Liputan6.com, Jakarta Saat merenovasi rumah, banyak sekali keluarga yang ‘maksa’ untuk tetap tinggal di rumah yang tengah di renovasi tersebut. Finansial sering menjadi alasan utama enggan pindah.

Memang, sih, jika harus mengontrak lagi akan menambah biaya. Namun jika Anda cerdas, soal biaya sebenarnya ada banyak cara menyiasati. Misalnya dengan mengungsi di rumah kerabat.

Jika merasa tak enak merepotkan saudara, Anda bisa menawarkan sistem menyewa sementara. Tentu harga ‘saudara’ akan lebih ringan.

Ketahuilah ada banyak hal lain yang jauh lebih penting harus Anda pertimbangkan sebelum Anda memaksa tetap tinggal di dalam rumah yang direnovasi. Seperti dikutip dari Rumah.com, berikut beberapa di antaranya.

Keselamatan anak

Utamakan keselamatan keluarga Anda, terutama anak-anak. Saat merenovasi rumah, ada banyak benda-benda berbahaya berserakan, seperti paku, batu, kayu, besi, dan bahan material lain.

Bahkan mungkin banyak alat-alat besar tergeletak begitu saja. Dalam keadaan fondasi ‘setengah jadi’ apapun bisa terjadi, apalagi jika cuaca sedang tak mendukung misalnya saat hujan besar. Ada baiknya Anda memilih mengungsi sementara untuk meminimalisasi keadaan tak terduga.

(Simak juga: Waspadai Konflik Rumah Tangga saat Renovasi Rumah)

Material beracun

Saat renovasi rumah akan banyak debu bertebaran yang berbahaya bagi kesehatan terutaman mengganggu pernapasan.

Selain itu material bangunan lain, seperti cat untuk melapisi dinding dan perabot juga berbahaya untuk kesehatan karena mengandung racun.

Bau cat yang dihirup terus menerus dalam jangka waktu lama akan menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan. Umumnya ruangan yang baru dicat harus didiamkan minimal 24 jam agar baunya hilang.

Gerak terbatas

Jika Anda melakukan renovasi besar-besaran, rumah akan penuh dengan fondasi-fondasi bangunan. Bentuk fondasi yang besar otomatis akan membatasi gerak Anda.

Belum lagi jika lantai rumah ikut dibongkar akan membuat pergerakan tidak nyaman. Selain itu fondasi-fondasi, biasanya dibuat dengan besi dan beton, akan berisiko bagi Anda untuk tinggal di dalamnya.

Sulit akses air bersih

Saat hunian dibangun biasanya akses air bersih akan terganggu. Hal ini tentu tidak baik, apalagi jika Anda memiliki anak kecil.

Segala kebutuhan untuk makan, mandi dan minum harus mengutamakan kebersihan. Ini menyangkut penggunaan kamar mandi. Tentu tidak akan nyaman tinggal di hunian yang kamar mandinya belum dapat digunakan secara maksimal.

Renovasi rumah adalah salah satu upaya untuk meremajakan atau mengembangkan hunian. Cara lainnya adalah dengan membeli rumah baru. Saat ini, pengembang tengah gencar menawarkan hunian dengan beragam diskon, bonus, dan tawaran menarik lainnya.

Tertarik? Temukan puluhan pilihan hunian di bawah Rp500 Jutaan di sini.

Foto: fentreesbuilders.com

Rina Susanto

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Persiapan Jelang Kelahiran Bayi, Persiapkan Juga Rumah Anda
Artikel Selanjutnya
Bosan Kerja di Kantor? Berikut Tips Cari Uang dari Rumah