Sukses

Laba Operasional BTN Naik Hingga 23,6 Persen

Liputan6.com, Jakarta Tanda membaiknya ekonomi nasional memang mulai terasa dari beberapa sektor sejak tahun 2016. Dari mulai membaiknya angka moneter yang ditunjukan dengan BI Seven Days Repo yang berada pada level 4,75%, inflasi pada level 3,31%, serta tingkat suku bunga dana yang cukup rendah.

Beberapa indikator positif di atas pada akhirnya memang memberikan satu keyakinan bahwa di tahun 2017 ini nampaknya kondisi bisnis mulai menunjukan peningkatan di banding tahun 2016. Di mana Nelson Tampubolon selaku Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK (Otorita Jasa Keuangan) memproyeksikan pertumbuhan kredit 2017 bisa mencapai 9 hingga 11%.

(Baca juga: KMP dari Bank BTN Mudahkan Freelancer Beli Rumah)

Membaiknya kondisi itupun terlihat dari beberapa indikator pertumbuhan di sektor moneter hingga akhir 2016. Seperti misalnya pertumbuhan kredit Oktober 2016 yang 7,5% lebih tinggi dibanding September 6,5% (y.o.y).

Begitupula pertumbuhan DPK (Dana Pihak Ketiga)  periode September hingga Oktober 2016. Dari 3,2% menjadi 6,5% (y.o.y). Ke depan, dengan membaiknya struktur ekonomi secara nasional maka prediksi di tahun 2017 ini pertumbuhan kredit bisa meningkat bisa saja terwujud yaitu sekitar 10-12%.

Membaiknya kondisi secara nasional hingga memasuki awal 2017 pada akhirnya memang berimbas pada kinerja disektor perbankan. Sebut saja misalnya BTN (Bank Tabungan Negara), sebuah bank yang punya konsentrasi di sektor properti.

Jika dilihat dari Kinerja Laporan Posisi Keuangan  per 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 serta Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif periode 1 Januari sampai 31 Maret 2015 dan 2016, dari periode waktu tersebut kita bisa melihat bahwa BTN mampu memaksimalkan kondisi ekonomi nasional yang sudah berangsur membaik dengan peningkatan kinerja perusahaannya.

Rumah.com mencatat beberapa indikator positif yang terlihat dari kinerja BTN selama tahun 2016. Dari mulai penurunan NPL (Non Performing Loan) Nett (31 Maret 2015) 3,47% turun menjadi 2,34% (31 Maret 2016).  Sementara secara nasional NPL berdasarkan data dari OJK dan Bank Indonesia hingga Juli 2016 berada pada posisi 3,2%.

Bukan hanya peningkatan dari beberapa indikator positif yang diperlihatkan dari laporan keuangan BTN, beberapa pos penting dari kinerja BTN pun turut menunjukan angka peningkatan yang cukup menarik.

Seperti terlihat dari pos-pos berikut: Laba operasional naik sekitar 23,6% dari Rp557.727 (dalam jutaan pada Maret 2015) menjadi Rp689.372 (dalam jutaan pada Maret 2016). Kondisi tersebut turut disumbang dari pendapatan bunga bersih yang juga meningkat 15% dari Rp 1.554.358 (dalam jutaan pada Maret 2015) menjadi Rp 1.787.368 (dalam jutaan pada Maret 2016).

Wajar jika pada akhirnya total laba komprehensif tahun berjalan yang diterima BTN juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari nilai Rp444.285 (dalam jutaan pada Maret 2015) menjadi Rp524.495 (dalam jutaan pada Maret 2016).

Kini tahun 2017 sudah mulai berjalan, prediksi dari beberapa institusi menyangkut pertumbuhan ekonomi Indonesia versi Asian Development Bank (ADB)  berada pada posisi 4,8%. Semua berharap kondisi ekonomi Indonesia di tahun ini akan lebih baik dibanding tahun 2016.

Harapannya, peningkatan kredit properti yang diberikan dalam pos DPK (Dana Pihak Ketiga) bisa lebih tinggi peningkatannya. JIka sebelumnya hanya naik sekitar 12,6% dari Rp15.227.829 (dalam jutaan pada Maret 2015) menjadi Rp17.139.214 (dalam jutaan pada Maret 2016).

Tertarik punya rumah dengan cicilan ringan? Simak puluhan pilihan rumahnya di sini.

Foto: Pixabay

Sumber: Laporan Posisi Keuangan Bank Tabungan Negara per 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 serta Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif  periode 1 Januari s/d 31 Maret 2015 dan 2016.

Achmad Fachrezzy

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Mudik Tenang karena Rumah Aman
Artikel Selanjutnya
Ini Jalur Alternatif untuk Pemudik Jateng dan Jatim