Sukses

Pertumbuhan Bisnis Properti akan Lebih Baik di 2017

Liputan6.com, Jakarta Memasuki tahun 2017, PT. Wika Realty, anak usaha PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk., optimis bahwa bisnis properti akan lebih baik dibanding tahun 2016 karena terdapat beberapa faktor pendukung seperti kebijakan Bank Indonesia (BI) tentang Loan to Value (LTV) yang sudah diperlonggar, suku bunga KPR/KPA yang lebih menarik, serta adanya peluang dari kebijakan Tax Amnesty yang masih ditunggu dampak positifnya.

Itulah pandangan Direktur Utama PT. Wika Realty, Imam Sudiyono, dalam acara ulang tahun ke-17 PT. Wika Realty sekaligus pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017, di kantor pusat Wika Realty, Tamansari Hive Office. Cawang, Jakarta Timur, Senin (23/1).

Simak juga: Laju Pasar Properti Tertahan Isu Pilkada dan Keamanan

Dalam kesempatan tersebut, Imam Sudiyono juga menyampaikan bahwa dalam perjalanan 17 Tahun berkarya (tahun 2000 s/d 2017), Wika Realty telah berhasil membangun ribuan rumah tapak, apartemen, kondotel, perkantoran, dan area komersil di berbagai kota besar di Indonesia.

“Wika Realty akan terus menciptakan produk inovatif dengan mutu terunggul dan berdaya saing tinggi sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang menjadi market leader di setiap target pasar,” ujar Imam kepada Rumah.com.

Dan beberapa proyek unggulan yang berhasil dibangun dalam rentang waktu tersebut antara lain, Tamansari Persada Raya, Tamansari Pesona Bali, Tamansari Metropolitan – Manado, Tamansari Majapahit – Semarang, Tamansari Bukit Mutiara – Balikpapan, Tamansari Semanggi Apartment, Tamansari Papilio – Surabaya, Tamansari Parama – Jakarta, Tamansari Jivva – Bali, dan Tamansari Hive – Jakarta.

“Semua itu merupakan stimulus bagi bergeliatnya industri properti. Kita berharap kondisi perekonomian di tahun 2017 ini semakin membaik, meskipun kita masih menunggu efek dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta dampak dari Brexit,” kata Imam.

Tahun 2016 lalu, Wika Realty berhasil meraih marketing sales sebesar Rp2,046 triliun dan di tahun 2017 menargetkan marketing sales sebesar Rp2,248 triliun, naik hampir 10%.

Siapkan Proyek Baru

Jumlah total belanja modal (capital expenditure/capex) yang disiapkan Wika Realty di tahun 2017 sebesar Rp2,4 triliun.

Untuk dapat meraih target yang ditetapkan tersebut maka Wika Realty akan menjalankan berbagai strategi usaha. Misalnya meluncurkan proyek baru yang siap dipasarkan, segera membangun proyek-proyek highrise yang sudah mendapatkan total kontrak tercatat (order book) cukup tinggi, serta mendorong atau melakukan penetrasi pasar atas proyek-proyek yang saat ini sudah hampir selesai atau sudah siap huni.

Jumlah total belanja modal (capital expenditure/capex) yang disiapkan Wika Realty di tahun 2017 sebesar Rp2,4 triiun. “Dana tersebut berasal dari penambahan modal dari pemegang saham, pinjaman bank serta dari keuntungan perusahaan. Dana akan digunakan untuk pembelian lahan baru dan operasional pengembangan proyek-proyek baru maupun proyek-proyek existing,” ungkap Imam.

Saat ini Wika Realty sedang mengembangkan proyek di beberapa kota besar di Indonesia. Untuk Housing Estate antara lain, Tamansari Grand Samarinda – Samarinda, Tamansari Metropolitan Manado – Manado, Tamansari Kahyangan Kendari – Kendari, Tamansari Cyber – Bogor, Tamansari Puri Bali II – Depok, dan Tamansari Sepinggan – Balikpapan.

Sementara untuk proyek berupa Apartment, Condotel, Villatel yakni, Tamansari Panoramic – Bandung, Tamansari Lagoon – Manado, Tamansari Gangga – Bali, Tamansari Amarta – Yogyakarta, Tamansari Skylounge Balikpapan – Balikpapan, Tamansari Skylounge Makassar – Makassar, Tamansari Emerald – Surabaya, Tamansari Cendekia – Semarang, dan Tamansari Antapani – Bandung.

Imam mengatakan, Wika Realty juga tengah menyiapkan proyek apartemen baru di Bandung yang rencananya akan diluncurkan di semester I 2017 dan beberapa proyek baru yang berlokasi di Jakarta yang akan diluncurkan di semester II tahun 2017.

Selain itu, Wika Realty juga akan mengembangkan proyek-proyek baru melalui anak-anak perusahaannya, yaitu pembangunan hotel di Ubud, Bali melalui PT Wika Realty Minor Development dan proyek residensial berkonsep transit–oriented development (TOD) melalui PT Tegalluar City Development di Bandung.

Tertarik berinvestasi di bidang properti? Simak aneka pilihan jenis hunian mulai dari Rp 200jutaan di sini.

Foto: Istimewa

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Kolaborasi Bantu Agen Properti Hadapi Persaingan
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani: Capai Ekonomi 5,4 Persen Tak Mudah buat RI