Sukses

Musim Hujan, Periksa Kondisi Rumah Anda!

Liputan6.com, Jakarta Pengecekan bangunan secara rutin merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh pemilik rumah. Selain menghindari kerusakan permanen, Anda juga bisa menghemat biaya dan merasa aman dan nyaman saat berlindung di dalam rumah.

Terlebih jika bangunan Anda memiliki usia bangunan yang cukup tua. Merujuk tulisan Imelda Akmal di bukunya “Membetulkan dan Merawat Rumah”, perawatan dan kontrol bangunan secara rutin sebaiknya di lakukan setiap tiga sampai lima tahun sekali. Tujuannya agar tidak terjadi kerusakan terutama pada struktur bangunan.

Namun ternyata, kerusakan bangunan tidak hanya disebabkan oleh pertambahan usia bangunan. Di tengah cuaca ekstrim seperti musim hujan, kerusakan bangunan bisa terjadi bahkan pada bangunan baru. Sebelum menyesal, ternyata penting untuk melakukan deteksi dini kerusakan bangunan, khususnya di tengah musim hujan.

Hal ini perlu Anda lakukan sebelum membeli atau ketika sudah menempati rumah. Untuk itu Anda bisa meminta bantuan ahli kontraktor untuk mengecek kerusakan secara detil.

Lakukan Perawatan Berkala
Kerusakan dinding paling sering di temui pada musim hujan. Alasannya sederhana, desain bangunan rumah minimalis belakangan ini tak lagi melindungi dinding dari air hujan secara langsung. Padahal dinding umumnya di bangun dari batu bata merah atau putih yang sifatnya menyerap air.

“Seiring dengan bertambahnya lifetime bangunan, tembok yang terkena panas, suhu dingin malam dan air hujan lama kelamaan akan timbul retak. Nah retak itu menjadi pintu masuknya air,” terang Priambodo, Kontraktor Rumah Jakarta.

Lalu bagaimana merawat dinding agar bebas dari rembesan air di musim hujan? Priambodo menuturkan bahwa melakukan pengecatan ulang bisa menjadi cara yang tepat.

1 dari 2 halaman

Cek lokasi penting


“Setidaknya lakukan cat ulang setahun sekali. Dinding eksterior juga harus di lapisi dengan cat membran waterproof yang anti UV dan anti lumut.”

Lakukan dempul pada lubang-lubang tak wajar. Bisa menggunakan filler semacam semen untuk menutup lubang-lubang. Sementara untuk nat di lantai harus diperbaiki lagi ditambah lagi. Rayap itu berawal dari tanah yang kering dankeluar dari nat yang tidak rapat.

Terus ketika musim hujan, jangan lupa talang air dibersihkan dari layangan nyangkut, bisa juga daun kering, dan dikasih roof drain yaitu saringan air di bagian atap untuk dibersihkan.

Jangan lupa penangkal petir, pastikan aliran listriknya dari atas ke bawah tidak putus. Yang penting pemasangannya benar dan dipasang oleh orang yang berpengalaman. Kalau untuk daerah yang tidak.


Cek Lokasi Penting
Meski setiap rumah memiliki ciri-ciri kerusakan bangunan yang berbeda, namun ada beberapa jenis kerusakan yang umum terjadi di musim hujan.

1. Cek atap secara langsung. Bersihkan talang air dari kotoran yang menyumbat. Selain talang air, saringan air (roof drain) juga jangan terlewat untuk dibersihkan. Jika di temukan kebocoran di bagian atap, jangan tunggu lama dan segera ganti genteng dengan yang baru.
2. Untuk penangkal petir, pastikan aliran listrik dari atas ke bawah tidak terputus. Lakukan pemasangan dengan benar oleh orang yang berpengalaman.
3. Untuk bagian dinding, jika di temukan keretakan dinding atau lubang-lubang yang tidak wajar, Priambodo menyarankan untuk lakukan dempul ulang menggunakan semen bernama filler. Sementara jika terlihat lembab dan berjamur, cukup di bersihkan menggunakan air sabun dan sikat sebelum di cat ulang.
4. Jika ditemukan hama seperti rayap pada sela-sela dinding atau nat keramik, segera hubungi pembasmi hama atau beri pelapis antirayap sebelum melakukan pelapisan semen.
5. Periksa juga sambungan pipa. Kebocoran bisa menyebabkan air merembes ke rumah dan membawa berbagai kuman. Jika sudah terjadi kebocoran, hendaklah panggil tukang untuk memperbaikinya agar tidak tambah parah.

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
6 Penyebab Rasa Panas di Anus
Artikel Selanjutnya
6 Cara Tepat Membantu Anda Tidur Lebih Nyenyak