Sukses

Menarik, Material Bangunan Ini Terbuat dari Limbah!

Liputan6.com, Jakarta Kampanye penggunaan material yang ramah lingkungan memang sudah menjad isu global, baik di negara maju ataupun berkembang. Seperti dilansir dari laman Rumah.com, Rabu (28/12/2016) , Brazil kini telah menerapkan peraturan khusus bagi penggunaan material bangunan rumah.

Kebijakan tersebut bahkan dibuat cukup ketat dimana sangat mempertimbangkan keseimbangan ekosistem baik di daratan maupun laut. Asal tahu saja, penelitian menunjukkan bahwa manusia menghasilkan lebih dari 1,3 miliar ton limbah setiap tahunnya. Karenanya, masalah limbah menjadi isu penting bagi keseimbangan ekosistem dunia.

Dirk E. Hebel, Marta H. Wisniewska dan Felix Heise yang berprofesi sebagai arsitek dan pengamat lingkungan, seperti dilansir dari Citymetric.com, mengembangkan inovasi teknologi Garbology. Konsep teknologi ini menggabungkan bidang arsitektural dan konstruksi dalam membangun rumah.

Terminologi dari Garbology adalah mencari sumber material bangunan baru berbahan organik yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang kembali. Dan berikut adalah ragam material bangunan yang berasal dari limbah yang mungkin bisa menjadi inspirasi untuk rumah Anda:

Kayu terbuat dari koran

Kayu yang terbuat dari koran (sumber: citymetric.com)

Inovasi pertama adalah kayu yang terbuat dari koran. Adalah Norwegia, negara maju yang sudah memiliki kegiatan mendaur ulang koran bekas sebanyak 1 juta ton setiap tahunnya. Kayu yang terbuat dari koran akan memiliki fungsi yang tetap sama sebagai material bangunan. Uniknya, kayu ini memiliki kelebihan tahan terhadap air dan api.

Atap terbuat dari popok bayi dan pembalut

Atap yang terbuat dari popok (sumber: citymetric.com)

Popok bayi dan pembalut bekas ternyata bisa ‘disulap’ menjadi atap rumah yang memiliki daya tahan kuat.

1 dari 3 halaman

Pelapis dinding dari plastik

Dinding terbuat dari plastik (sumber: citymetric.com)

Siapa sangka, pelapis pada dinding yang tertera di gambar terbuat dari tas plastik bekas. Material plastik memang sukar didaur ulang. Namun bila menggunakan alat pencetak panas, plastik-plastik yang sudah dipadatkan menjadi biji plastik akan berubah menjadi mengilap dan memiliki daya tahan yang baik.

Pelapis dinding dari plastik ini tidak hanya bisa diterapkan pada bagian interior melainkan eksterior rumah juga.

Batu bata terbuat dari darah hewan

Batu bata terbuat darah (sumber: citymetric.com)

Banyak yang berasumsi bahwa darah hewan bisa diolah menjadi produk limbah yang terbarukan. Sekilas nampaknya akan menjijikan. Namun ternyata tidak bagi Jack Munro, Mahasiswa Arsitektur dari Inggris yang menemukan inovasi mengolah darah hewan sebagai pengganti batu bata bangunan.

Darah hewan tersebut diolah dan dicampur dengan pasir, kemudian dicetak membentuk balok sehingga terlihat seperti batu bata. Upaya ini sangat tepat dilakukan pada daerah yang memiliki kegiatan penyembelihan hewan cukup rutin.

2 dari 3 halaman

Dinding terbuat dari botol

Botol dinding (smber: citymetric.com)

Selanjutnya terdapat botol yang direkatkan menjadi material bangunan rumah. Ide ini berawal dari Perusahaan Bir Heineken di tahun 1960 yang menemukan kondisi menyedihkan di Pulai Karibia. Pada pulau tersebut masih banyak sekali penduduk yang tidak memiliki rumah.

Alfred Henry Heineken, selaku pemilik perusahaan tersebut berinisiatif untuk mengumpulkan botol-botol bekas, kemudian direkatkan menyerupai dinding bangunan rumah.

Dinding terbuat dari jamur

Dinding terbuat dari jamur (sumber: cittymetric.com)

Terakhir adalah dinding yang terbuat dari jamur. Bahan jamur, digunakan dengan tujuan sebagai isolator yang baik di rumah. Sehingga, dapat memberikan suhu yang dingin di dalam rumah.

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua
Artikel Selanjutnya
Aluminium Foil Ternyata Banyak Manfaatnya
Artikel Selanjutnya
Busa Beracun Kepung Warga India dan Ganggu Lalu Lintas