Sukses

Tips Berburu Rumah Kontrakan Usai Resepsi

Liputan6.com, Jakarta Seusai pesta pernikahan berlangsung, tak jarang sebagian pasangan muda memutuskan untuk menyewa rumah. Alasan paling mendasar; ingin hidup mandiri dan terlepas dari pangku tangan orang tua.

Tekad ini cukup pantas diacungi jempol, pasalnya menjalani bahtera rumah tangga dengan jalur ‘mengontrak’ relatif susah-gampang.

Apalagi bagi mereka yang sumber pendanaan bulanan hanya dari suami saja, atau keduanya bekerja namun penghasilan belum memadai untuk mencicil rumah dengan KPR.

Katakanlah jumlah penghasilan per bulan sekitar Rp6 Juta. Untuk bisa tinggal di rumah kontrakan di Jakarta bentuk petakan, setidaknya dibutuhkan biaya Rp1 Juta – Rp2 Juta belum termasuk listrik dan air.

Sisanya, harus bisa diatur sebaik mungkin untuk membeli bahan masakan (dapur), transportasi, dan tetek-bengek lainnya.

(Simak juga: Tips Perencanaan Beli Rumah Bagi Pasangan Belum Menikah)

Berbicara cari rumah kontrakan, momennya relatif dekat dengan musim nikah. Periodenya sendiri banyak terjadi di kuartal akhir tahun sejak Oktober, November, dan Desember. Tak heran jika menjelang pergantian tahun, banyak undangan pernikahan tersebar yang tanggal acaranya berhimpitan.

Umumnya, pencarian rumah dilakukan H-14 dari tanggal pernikahan. Jadi setelah pesta mereka bisa langsung menempati rumah tersebut. Atau beberapa memilih untuk tinggal di rumah orang tua dalam beberapa minggu, baru kemudian mencari rumah kontrakan.

Karena banyaknya pasangan yang menikah, alhasil pencarian rumah sewa pun akan sedikit menyulitkan. Jadi, siapa bilang menemukan rumah kontrakan itu gampang?

Belum lagi penyewa akan dihadapkan dengan beberapa pertimbangan seperti kondisi rumah tidak ‘sreg’ di hati, harga sewa diluar bujet, lingkungan kurang bagus, atau bahkan pemilik rumah kurang menyenangkan.

Tips Memilih Rumah Sewa

Kepada Rumah.com, Mike Rini Sutikno, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) menyarankan pasangan muda untuk mencari tahu terlebih dulu harga sewa rata-rata di lokasi yang diincar, sebagai bahan negosiasi.

“Pilih rumah kontrakan yang tidak perlu pakai deposit. Atau yang depositnya paling ekonomis,” terang Mike.

Selain itu, bagi Anda pengantin baru yang ingin menyewa rumah, ada baiknya mengetahui tiga hal di bawah ini. Tujuannya, agar Anda bisa menyesuaikan dengan anggaran dan mendapat fasilitas lebih. Syukur-syukur masih ada sisa uang yang bisa ditabung untuk DP rumah.

1. Bulanan atau tahunan?

Perlu diingat, para pemilik rumah menyewakan properti mereka untuk mendapatkan keuntungan. Sebagian besar memilih menerapkan sewa per bulan, tetapi ada pula yang meminta sewa per tahun dengan dibayar di muka.

Sebagai penyewa, Anda sebaiknya menghitung keuangan dengan cermat. Dengan menyewa per tahun, mungkin Anda akan terhindar dari kenaikan sewa, tetapi keuangan Anda mungkin akan menipis, sementara Anda memerlukan uang untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

2. Kenaikan harga sewa

Di kawasan strategis, seperti dekat dengan perkantoran dan pusat perbelanjaan, biasanya rumah kontrakan laris manis meski harganya tinggi. Di kawasan inilah para pemilik rumah cenderung terus menaikkan harga sewa bahkan di atas standar.

Untuk itu, Anda sebagai calon penyewa sebaiknya melakukan survei terlebih dahulu sebelum menentukan rumah yang akan disewa. Prediksi pula kondisi ekonomi atau regulasi pemerintah yang dapat menyebabkan harga sewa naik.

3. Periksa Teliti

Sambil melihat-lihat tampilan luar maupun dalam rumah yang hendak disewa, Anda juga dituntut untuk memeriksa bangunan dan konstruksinya.

Jangan sampai saat sudah menempati kelak ditemukan dinding retak, atap bocor, jendela rusak, pintu macet, hingga saluran air di kamar mandi yang mampet.

Jika menemukan hal ini, segeralah minta pemilik rumah untuk memperbaikinya. Sehingga Anda tak disalahkan akan kerusakan yang sudah ada sebelum Anda menghuni rumah tersebut.

 

REVIEW PROPERTY

Lihat Semua